Jumat, 13 Juni 2014

Ibu




Ibu, bila di dunia ini bisa menukar kesedihan dengan kebahagiaan, pasti semua kebahagiaan yang aku miliki akan aku berikan semuanya.

Rabu, 14 Mei 2014

Aku dan kamu.




Untuk perempuan kesayanganku. Pasti saat kamu membaca tulisanku ini dada berdegub kencang karena tak sabar menunggu kata per kata yang aku tulis. Mungkin juga senyummu akan mengembang dengan pipi merah merona karena tersipu malu. Mata juga tak ingin luput membaca tiap baris agar tak ada satupun huruf yang lepas dan telewat. Sekarang aku yakin, kamu pasti cemberut karena sebal betapa bertele-telenya aku menyampaikan tulisan ini. Baiklah, di sini aku ingin bercerita semuanya tentang kita. Hanya aku dan kamu. Sebab kisah ini akan selalu istimewa untuk dikenang dan diceritakan.

Minggu, 18 November 2012

Surat Cintaku



Pandanganku tiba-tiba saja mengarah ke sudut kamar, di sana tergeletak sebuah kotak misterius yang membuatku penasaran. Entah sudah berapa lama dia ada di sana, kotak bebentuk kubus itu sudah lama tak tersentuh jari-jemariku yang eksotis. Perlahan ku mendekat, membuka dengan penuh harap-harap cemas, semoga saja itu bukan bom. Oooh ternyata ini sekumpulan surat cintaku semasa sekolah. Surat cinta yang masih tersusun rapi, walaupun tertutup debu. Sedikit bernostalgia mengenang masa lalu, saat dimana rasa cinta kepada lawan jenis tumbuh perlahan untuk pertama kali. Seketika aku terdiam untuk beberapa detik melihat selembar surat cinta yang unik ini. Yaa inilah surat cinta yang lama aku cari-cari, surat cinta pertamaku yang  membuatku selalu ingat sama si dia. Sampai saat ini dan mungkin untuk selamanya kenangan itu tak akan ku lupakan. Surat cinta yang romantis dengan kata-kata indah penuh makna, walaupun hanya bertuliskan “Apakah kamu suka aku?”